Anda sedang mencari inspirasi desain interior rumah untuk persiapan masa pensiun? Jika Anda menyukai gaya vintage namun tetap menonjolkan sisi romantis, konsep shabby chic bisa jadi pilihan tepat.
Tidak perlu renovasi atau merancang ulang yang berlebihan untuk mengadopsi desain shabby chic ini. Cukup dengan menambahkan beberapa pernak-pernik seperti renda, kain atau elemen kayu sudah bisa memberikan kesan vintage dan feminin. Anda juga dapat membeli ornamen tambahan atau perabot untuk menghadirkan suasana romantis dan klasik dari keuntungan investasi obligasi agar tidak membebani keuangan.
Mengenal Gaya Rumah Shabby Chic
Desain shabby chic dipopulerkan desainer Inggris, Rachel Ashwell. Ia mengubah furnitur lama yang usang menjadi perabot bergaya, dengan menonjolkan kekurangannya. Shabby dalam bahasa Inggris berarti lusuh atau usang, sedangkan chic bermakna anggun. Kedua hal yang berlawanan ini justru menghadirkan keindahan tersendiri.
Rachel terinspirasi rumah-rumah besar di pedesaan Inggris era 1980-an yang dipenuhi dengan barang-barang pusaka dan dekorasi bermotif bunga. Interior shabby chic mengusung pesona vintage dengan kenyamanan kontemporer. Desain ini juga dikenal memancarkan suasana yang menenangkan dan penuh nostalgia dengan pencahayaan yang lembut, kain yang halus, dan aksen dekoratif yang tidak selalu serasi.
Karakteristik Desain Interior Shabby Chic

Setiap elemen dan detail pada rancangan shabby chic menciptakan vibe yang kuat dalam suatu ruangan. Nah, berikut ini adalah beberapa ciri khas karakter dari gaya shabby chic:
1. Menggunakan Warna Lembut dan Netral
Gaya shabby chic didominasi warna putih yang memberikan kesan lapang dan cerah pada dinding, furniture, dan aksesori. Agar tidak terjebak pada “monoton kromatik”, warna-warna pastel yang lembut khususnya merah muda, biru muda, krem, krim atau hijau juga digunakan untuk menyeimbangkan dan menghadirkan suasana romantis di dalam rumah.
Penambahan warna-warna netral seperti beige dan krem dipadukan guna menciptakan vibe yang hangat pengaplikasian detail emas, pada gagang furniture, lampu atau bingkai foto, juga sangat cocok dengan gaya desain shabby chic.
2. Menggunakan Furnitur Antik dan Daur Ulang
Ciri khas desain interior shabby chic yang menonjol lainnya adalah penggunaan perabot lawas atau antik. Biasanya furnitur vintage berbahan dasar kayu atau besi tempa. Kedua material ini terkenal keawetannya dan memiliki detail klasik. Kesan usang pada meja, kursi atau lemari justru menambah keunikan interior ruangan.
Sentuhan klasik tidak sekedar unik dan menarik, di dalamnya juga menyimpan history dan kenangan manis di masa silam. Keterikatan rasa inilah yang membuat furniture vintage begitu istimewa.
Anda bisa mendaur ulang perabot antik yang rusak menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Furnitur lama disulap menjadi baru dengan menambahkan pernis, mengecat ulang atau dipermanis dengan kain.
Jika tidak memiliki perabot vintage, Anda bisa mengajak pasangan berburu ke pasar loak, toko barang antik atau menggunakan teknik seperti pengawetan untuk membuat furnitur terlihat klasik. Manfaatkan imbal hasil investasi obligasi untuk biaya pembeliannya.
3. Menerapkan Unsur Alami
Desain interior shabby chic kental dengan menggunakan material alami seperti kulit, kain linen atau kayu. Keindahan ukiran atau lekuk bisa ditonjolkan dengan sentuhan plitur atau pernis ringan. Kulit sapi atau kain linen yang halus dan lembut dijadikan ornamen penghias sarung bantal, gorden, sarung bantal hingga pelapis sofa.
Penerapan elemen-elemen alam ini memperkuat citra natural dan mampu menciptakan suasana hangat di rumah. Cocok bagi Anda dan pasangan yang menyukai interior hunian yang nyaman, alami dan ramah lingkungan.
4. Punya Aksen yang Bertekstur dan Dekorasi Bunga
Hunian shabby chic tak lengkap tanpa aksesori bunga-bungaan dan aksen bertekstur yang manis. Di rumah-rumah bergaya shabby chic ala eropa abad 18 umumnya dipenuhi dengan tanaman dan vas berisi bunga kering di setiap ruangan. Terkadang di atas meja diletakkan vas berisi bunga mawar segar yang menambah kesan romantis. Penggunaan aksesori dan wallpaper bermotif bunga yang menghias dinding akan mempermanis tampilan ruangan.
Motif bunga juga terdapat pada bantal, pelapis kursi, sarung sofa atau taplak meja, serta pada peralatan rumah tangga (terutama perkakas makan, piring, dan gelas).
Adapun aksen tekstur seperti renda, rajutan dan anyaman memberikan sentuhan feminin dan kelembutan. Elemen-elemen ini dapat diaplikasikan pada gorden, bantal, taplak meja, atau karpet.
Untuk memudahkan Anda merealisasi konsep shabby chic di hunian Anda, berinvestasilah di Aplikasi digibank by DBS yang menawarkan berbagai keuntungan. Di layanan bank digital ini Anda sudah bisa melakukan investasi obligasi jenis Surat Berharga Negara (SBN) mulai dari nominal Rp1 juta.
Anda dapat melakukan pemesanan, pembelian, pembayaran, penjualan dan pencairan Obligasi tanpa terikat waktu hanya melalui satu aplikasi. Semua proses mulai dari registrasi, pembuatan Single Investor Identification (SID) yang dibutuhkan untuk berinvestasi, transaksi hingga pengelolaan investasi dilakukan secara digital.
Sebelum memutuskan untuk melakukan investasi obligasi, Anda bisa mengecek jenis SBN, tenor imbal hasil (yield) dan profil risikonya melalui fact sheet website atau Memorandum Informasi yang tersedia. Jika masih ragu, Anda dapat berkonsultasi dengan digibank Advisor yang akan memberikan saran dan strategi yang terkurasi, sesuai dengan profil dan tujuan keuangan Anda. Untuk upgrade pengetahuan dan wawasan finansial, bergabunglah dengan forum diskusi yang membahas tren finansial terkini dan ikuti kelas-kelas edukasi yang diselenggarakan oleh digibank by DBS.
Tangkap momentum 24/7 di Aplikasi by DBS dan berbagai informasi akurat penawaran investasi terbaik di sini! Mulailah berinvestasi dan menikmati imbal hasilnya untuk mewujudkan hunian bergaya shabby chic yang Anda idamkan. Hari- hari pensiun bersama pasangan semakin berkualitas dengan tatanan rumah yang nyaman, indah dan bikin betah.

